Ledakan Tanker di Selat Hormuz, IRGC Beri Peringatan Keras

Tanker meledak selat hormuz — Sebuah tanker meledak di Selat Hormuz, IRGC beri peringatan tegas terhadap kapal yang melintas tanpa izin.

Pada Kamis, 23 Juli 2026, Korps Garda Revolusi Iran () mengkonfirmasi bahwa satu dari tiga minyak yang berusaha melintasi meledak setelah terkena ranjau. Tanker-tanker tersebut dikatakan merupakan dukungan bagi Amerika Serikat dan berupaya melintas di jalur yang telah dipasangi ranjau.

Dalam pernyataannya, IRGC menyebutkan, “Tiga tanker minyak dukungan Amerika Serikat mencoba melintasi rute yang telah dipasangi ranjau di sebelah selatan Selat Hormuz. Setelah salah satu kapal tanker meledak dan terbakar, dua kapal lainnya segera berbalik arah dan mundur.” Pernyataan ini dikutip dari Press TV dan dilansir oleh Antara.

IRGC menegaskan bahwa tidak ada kapal tanker yang diizinkan untuk memasuki atau meninggalkan wilayah tersebut. “Setiap kapal yang terjebak dalam tipu daya Amerika dan mencoba melintas tanpa koordinasi dengan Republik Islam Iran, akan menemui nasib yang sama,” tambah mereka, memberikan peringatan tegas kepada kapal-kapal lain.

Sebelumnya, pada Rabu, 22 Juli, Juru Bicara IRGC, Hossein Mohebbi, juga memperingatkan bahwa jalur selatan Selat Hormuz telah dipasangi ranjau dan memperingatkan investasi asing untuk tidak terjebak dalam tipu daya AS. “Jalur selatan Selat Hormuz yang telah dipasangi ranjau akan menghancurkan investasi Anda. Jangan terjebak oleh tipu daya Amerika Serikat,” ungkap Mohebbi.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada hari yang sama mengeluarkan ancaman serius. Ia menyatakan akan menghancurkan infrastruktur penting di Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik, jika Iran melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Ancaman ini mencerminkan ketegangan yang meningkat antara kedua negara, yang telah menjadi sorotan dunia internasional.

Ketegangan di Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak global, terus meningkat seiring dengan yang berkepanjangan antara Iran dan Amerika Serikat. Sementara itu, IRGC terus memperingatkan kapal-kapal yang beroperasi tanpa izin, menunjukkan bahwa situasi di kawasan tersebut tetap dalam kondisi rawan dan tidak stabil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *